Tafsir Bacaan Ayat Kursi Dan Artinya

Sebagai ayat yang mulia, tidak banyak umat muslim yang mengetahui dengan baik tafsir ayat kursi dan artinya. Oleh karena itu perlu Anda mengetahui tafsir dan arti dari ayat kursi agar bisa memahaminya dengan baik. Ayat kursi adalah ayat yang mulia, sehingga membacanya saja sudah mampu mendatangkan banyak pahala. Namun apalah artinya bila Anda tidak mengetahui maknanya dnegan baik. Padahal mengetahui makna dari ayat-ayat suci akan mampu meningkatkan iman dan taqwa.

Bukan hal yang mudah untuk memahami makna dan maksud dari ayat suci yang ada didalam Al-Qur’an. Termasuk juga ayat kursi yang merupakan penggalan dari al-Qur’an tepatnya pada QS. Al-Baqarah ayat 255. Melakukan tafsir terhadap ayat kursi dan artinya ini bukanlah hal yang bisa dilakukan oleh sembarang orang. Karena menafsirkan sebuah ayat membutuhkan ilmu yang dalam dan jug amemahami konsep agama dengan baik agar pengertian didalamnya tidak melenceng dan merusak keimanan seseorang. Sehingga Anda perlu bimbingan dari orang-orang yang memang sudah memahami agama degan baik.

Ayat-ayat Al-Qur’an adalah ayat yang memiliki begitu banyak makna termasuk ayat kursi. Untuk memudahkan Anda dalam memahaminya, berikut ini adalah tafsir dari ayat kursi dan artinya yaitu sebagai berikut:

  1. Ayat kursi ini diawali dengan menegaskan arti sebuah kalimat tauhid, dimana tauhid adalah pondasi utama dari seluruh syariat dan juga ajaran Islam.
  2. Menegaskan arti Al-Hayyu dan Al-Qayyum dengan jelas. Dimana Al-Hayyu  berarti yang hidup sendiri selamanya, dan Al-Qayyum berartu tidak ada yang mampu berdiri tanpa Dia.
  3. Menegaskan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Maha Suci dari segala kekurangan. Dia bahkan mengawasi dan memperhatikan segala hal. Tidak ada satupun yang luput dari pengawasannya. Dia bahkan tidak mengantuk apalagi sampai tidur.
  4. Menjelaskan mengenai syafaat. Dimana inti dari syafaat ialah sebuah doa yang mengharapkan syafaat.
  5. Menjelaskan bahwa ilmu Allah ialah mengenai segala hal, seluruh makhluk, dan juga seluruh jaman baik lampau , sekarang, maupun masa depan.
  6. Menjelaskan dengan tegas mengenai kedudukan Allah dan besarnya kursi Allah.
  7. Menjelaskan dengan tegas bahwa keyakinan orang-orang mengenai Allah SWT ada dimana-mana adalah bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.